Kamis, 30 Maret 2017

KILL YOUR DARLING

Sepertinya akan sering - sering menulis.
Saya ini typical orang yang susah untuk mengungkapkan maksud ke perkataan maupun tulisan. Kaya serakah gitu, mau semua apa yang saya maksud masuk di tulisan atau kata-kata. Padahal, dalam menulis tidak perlu hal seperti itu. Seperti yang saya kutip dari guru LBI UI "kill your darling" yang maksudnya yaitu dalam menulis harus tega mengeliminasi ide dan kata - kata yang sebenarnya kita sangat suka namun tidak diperlukan. "kill your darling" Bagus ya idiom nya, saya suka.

Rabu, 29 Maret 2017

SWIMMING LESSON ELITECLUB EPICENTRUM

Yak pemirsah! akhirnya saya bisa renang! hore!!!!

Setelah 25 tahun hidup dimuka bumi akhirnya saya bisa mengapung di air tanpa bantuan alat pelampung. Applause please!!! hahahaha

Hidup saat belum bisa renang dan sudah bisa renang, bagi saya sangat berbeda. Ini tuh kaya ada perasaan Now i can swim, nobody can't stop me. I can do everything I want. Lebay ya? biarin.hehe

Bermula dari si bos di kantor yang ngajakin kami anak buah buat ambil lisensi nyelam (diving licence); disaat itu saya langsung mak jleb. "Ya kali diving, renang aja kaga bisa!". huft. Bos lagi itu ngajakin di akhir tahun 2016. Namanya akhir tahun ya, banyak banget di medsos yang ngebahas tentang bucket list 2017; nah sebagai orang yang mudah sekali tertantang, akhirnya diputuskanlah dalam diri ini bahwa renang dan menyelam masuk bucket list. azek. 

Senin, 26 Desember 2016 saya langsung mencari di internet mengenai kemungkinan apakah dengan umur yang sudah tuwir ini masih ada peluang buat bisa renang dan ternyata mau umur berapapun, manusia dapat berenang asal mau belajar dan berlatih.Ok lah.. research sudah oke. Sekarang tinggal cari tempat belajarnya.

Setelah searching di internet berhari - hari; dengan pertimbangan yang amat sangat matang, akhirnya diputuskanlah untuk ikut swimming lesson di Eliteclub Epicentrum. Kenapa di Eliteclub? karena disitu sangat dekat dengan kantor. Cuma jalan aja sudah sampai, jadi hemat ga usah bayar parkir lagi. 

Biaya belajar renang di Eliteclub Epicentrum berbeda antara yang member dan bukan member, yaitu sebagai berikut:

MEMBER
  1. Private
    • Rp. 125.000/jam
    • Rp. 450.000/4X training
    • Rp. 800.000/8X training
  2.  Semi Private (2 orang)
    • Rp. 100.000/jam
    • Rp. 380.000/4X training
    • Rp. 600.000/8X training
  3. Group Private (3-5 orang)
    • Rp. 85.000/jam
    • Rp. 300.000/4X training
    • Rp. 500.000/8X training
NON MEMBER 
  1. Private
    • Rp. 175.000/jam
    • Rp. 650.000/4X training
    • Rp. 1.200.000/8X training
  2.  Semi Private (2 orang)
    • Rp. 150.000/jam
    • Rp. 500.000/4X training
    • Rp. 900.000/8X training
  3. Group Private (3-5 orang)
    • Rp. 125.000/jam
    • Rp. 450.000/4X training
    • Rp. 800.000/8X training
Saya ambil paket yang private 8x pertemuan. Biaya diatas ditambah dengan ppn 10% sehingga total saya bayar Rp. 1.320.000. Pelatih renang saya namanya Bapak Muslih. Btw kolam renang di Eliteclub ini outdoor ya, jadi kalau cuaca hujan ngga boleh berenang.

Untuk contact Eliteclub yaitu di 021 526 3150 ext 225. Saya waktu itu ga hubungin nomor ini melainkan langsung whatsap pelatihnya. Ada 4 nama pelatih dan capcipcup saya pilih Pak Muslih. Kalau mau tau nomor Hp pelatih renangnya, bisa lihat langsung ke website Eliteclub. 

Saat ini saya sudah 7x pertemuan. Pertemuan yang ke-7 semoga aja tidak dihitung soalnya baru berenang 20 menit namun ternyata hujan turun. Jadi saya bilang Pak Muslih kemarin supaya pertemuan ini bonus, ga usah dihitung. Pak Muslih nya sih nyengir doang, ga tau itu maksudnya setuju apa ngga.

Jadi 4X pertemuan saya udah bisa gaya dada. Mulai pertemuan ke 5 sampai ke 7 masih gaya bebas. Semoga pertemuan minggu ini gaya bebas sudah lancar, jadi langsung bisa lanjut ke gaya punggung. Amiin.

Senin, 27 Maret 2017

Bakti

March 27, 2017
 
Saya memutuskan untuk mengambil uang tabungan saya untuk mengumrohkan salah satu orang tua yaitu Bapak. Saya dapat random tought kemarin saat diangkot. Terbersit mengenai uang tabungan yang rencananya mau untuk beli rumah 5 tahun mendatang tetapi tiba - tiba terhenyak oleh selintas pemikiran surga "Rumah? itu orang tua yang lebih berharga dari rumah, masih hidup. kenapa ga umrohin aja mereka? Yakin deh, pasti 5 tahun mendatang penyesalannya lebih besar ketika rumah ada namun orang tua tidak ada dan kesempatan membahagiakan sudah habis dibandingkan tertundanya membeli rumah". Ntah kemarin malaikat apa yang lewat dan mempengaruhi saya. Btw, tadi pagi 27 Maret 2017 saya sudah mentransfer uang biaya umroh, lunas dan dijadwalkan berangkat April-Mei 2018.
 
Kenapa tidak mengumrohkan Mama? kenapa Bapak? Selain uangnya belum cukup untuk mengumrohkan kedua orangtua, kondisi fisik Mama saya tidak memungkinkan untuk perjalanan jauh. Pernah suatu saat, Mama mengantarkan saya ke kostan dengan naik mobil Kakak. Namun apa yang terjadi? kumat sekumat - kumatnya. Saya ga mau mengambil resiko, merasa berdosa dan ga tega kalau Mama kumat saat umroh. Terlebih lagi, karena ini umroh promo, fasilitasnya pastilah tidak premium. Pasti lebih banyak tenaga yang terkuras untuk ibadah dan saya tidak mau Mama mengganggu orang satu rombongan jikalau Mama kumat.
 
Keponakan saya bilang, ini panggilan ibadah, pastilah beda. Saya balas pesan whatsap keponakan saya yang awalnya menjelaskan dengan lembut (namun keponakan tetap maksa agar Mama saya juga diumrohkan) sampai dengan  keluar pernyataan "Oke lu yang bayarin. Kalau mama gw kumat, atau sampai meninggal lu gw salahin". Sorry, saya sudah bertekat bulat agar mama disini saja. Biar bapak sendiri yang umroh. Saya tidak tega hati melepaskan mereka berdua di negeri orang yang jauh dengan kondisi cuaca ekstrim. Big No!. yang ada nanti malah Bapak saya tidak ibadah dikarenakan menjaga Mama saya dihotel. "Lu terlalu berlebihan! terlalu paranoid!" mungkin dari kalian ada yang bilang seperti itu tapi untuk saat ini saya rasa itu adalah keputusan yang paling bijak.
 
Orang bilang umroh atau haji itu panggilan Allah. Terlepas dari apakah Bapak saya bisa berangkat atau tidak satu tahun mendatang, (kita tidak tau masa depan bagaimana) tapi setidaknya saya sudah melakukan hal - hal yang didalam kuasa saya yaitu membiayai Bapak dan InshaAllah akan menyiapkan paspor serta uang saku.
 
Saya merasa hidup saya saat ini lancar jaya dikarenakan doa kedua orang tua. Menyisihkan uang tabungan saya untuk mengumrohkan Bapak bukanlah apa - apa dibanding jasa Mama dan Bapak sepanjang hayat saya. Semoga Bapak bisa umroh, dan Mama sehat selalu. Amin