March 27, 2017
Saya memutuskan untuk mengambil uang tabungan saya untuk mengumrohkan salah satu orang tua yaitu Bapak. Saya dapat random tought kemarin saat diangkot. Terbersit mengenai uang tabungan yang rencananya mau untuk beli rumah 5 tahun mendatang tetapi tiba - tiba terhenyak oleh selintas pemikiran surga "Rumah? itu orang tua yang lebih berharga dari rumah, masih hidup. kenapa ga umrohin aja mereka? Yakin deh, pasti 5 tahun mendatang penyesalannya lebih besar ketika rumah ada namun orang tua tidak ada dan kesempatan membahagiakan sudah habis dibandingkan tertundanya membeli rumah". Ntah kemarin malaikat apa yang lewat dan mempengaruhi saya. Btw, tadi pagi 27 Maret 2017 saya sudah mentransfer uang biaya umroh, lunas dan dijadwalkan berangkat April-Mei 2018.
Kenapa tidak mengumrohkan Mama? kenapa Bapak? Selain uangnya belum cukup untuk mengumrohkan kedua orangtua, kondisi fisik Mama saya tidak memungkinkan untuk perjalanan jauh. Pernah suatu saat, Mama mengantarkan saya ke kostan dengan naik mobil Kakak. Namun apa yang terjadi? kumat sekumat - kumatnya. Saya ga mau mengambil resiko, merasa berdosa dan ga tega kalau Mama kumat saat umroh. Terlebih lagi, karena ini umroh promo, fasilitasnya pastilah tidak premium. Pasti lebih banyak tenaga yang terkuras untuk ibadah dan saya tidak mau Mama mengganggu orang satu rombongan jikalau Mama kumat.
Keponakan saya bilang, ini panggilan ibadah, pastilah beda. Saya balas pesan whatsap keponakan saya yang awalnya menjelaskan dengan lembut (namun keponakan tetap maksa agar Mama saya juga diumrohkan) sampai dengan keluar pernyataan "Oke lu yang bayarin. Kalau mama gw kumat, atau sampai meninggal lu gw salahin". Sorry, saya sudah bertekat bulat agar mama disini saja. Biar bapak sendiri yang umroh. Saya tidak tega hati melepaskan mereka berdua di negeri orang yang jauh dengan kondisi cuaca ekstrim. Big No!. yang ada nanti malah Bapak saya tidak ibadah dikarenakan menjaga Mama saya dihotel. "Lu terlalu berlebihan! terlalu paranoid!" mungkin dari kalian ada yang bilang seperti itu tapi untuk saat ini saya rasa itu adalah keputusan yang paling bijak.
Orang bilang umroh atau haji itu panggilan Allah. Terlepas dari apakah Bapak saya bisa berangkat atau tidak satu tahun mendatang, (kita tidak tau masa depan bagaimana) tapi setidaknya saya sudah melakukan hal - hal yang didalam kuasa saya yaitu membiayai Bapak dan InshaAllah akan menyiapkan paspor serta uang saku.
Saya merasa hidup saya saat ini lancar jaya dikarenakan doa kedua orang tua. Menyisihkan uang tabungan saya untuk mengumrohkan Bapak bukanlah apa - apa dibanding jasa Mama dan Bapak sepanjang hayat saya. Semoga Bapak bisa umroh, dan Mama sehat selalu. Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar